Cite This        Tampung        Export Record
Judul Ide-Ide Besar Sejarah Intelektual Amerika
Pengarang Suparman
Penerbitan Yogyakarta : UII Press, 2003
Deskripsi Fisik 152 hlm. ;21 cm.
ISBN 979-3333-15-7
Subjek Filsafat Amerika
Abstrak IDE-IDE BESAR Masih relevankah demokrasi ? selain nilai-nilai humanisme yang kini kritis dipertanyakan, demokrasi juga termasuk yang diragukan rerevansinya. Amerika yang dianggap `guru` demokrasi oleh Alexis de Tocqueville kini diragukan. Harian AS USA Today (25/4) raru meraporkan, AS kini tak sepatutnya ragi mengklaim dirisebagai negara paling demokratis, mengapa? Terkait dengan invasiAS ke Irak, sejumlah kasus menunjukkan Amerika tidak demokratis lagijustru di negaranya.contoh kasus, sejumlah senator Republiken, termasuk Olympia Snowe (Ohio), untung program ekonomi Bush. Bush merencanakan pertumbuhan ekonomi dengan pengurangan pungutan pajak. Senator Repubriken itu terang-terangan berseberangan dengan Bush. Apa lacur?. Atas sikap itu mereka dicap berperilaku sebagai tak patriotik dan merupakan musuh Bush karena mereka mengutarakan pendapat yang lain dari keinginan Bush dan memberikan pandangan alternatif. `Apakah itu bukan sesuatu yang wajar dalam demokrasi, yang justru kita ingin tanamkan di lrak?` tulis u
Bahasa Indonesia
Bentuk Karya Bukan fiksi atau tidak didefinisikan
Target Pembaca Umum

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
035436 191 SUP i Dapat dipinjam DISPUSARDA Kota Metro - Ruang Koleksi Umum Tersedia
pesan
026217 191 SUP i Dapat dipinjam PUSLING Kota Metro - Ruang Tandon Tersedia
pesan
026220 191 SUP i Dapat dipinjam DISPUSARDA Kota Metro - Ruang Koleksi Umum Tersedia
pesan
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000002725
005 20220322014929
008 220322################g##########0#ind##
020 # # $a 979-3333-15-7
035 # # $a 0010-0621002325
082 # # $a 191
084 # # $a 191 SUP i
100 0 # $a Suparman
245 1 # $a Ide-Ide Besar Sejarah Intelektual Amerika
260 # # $a Yogyakarta :$b UII Press,$c 2003
300 # # $a 152 hlm. ; $c 21 cm.
520 # # $a IDE-IDE BESAR Masih relevankah demokrasi ? selain nilai-nilai humanisme yang kini kritis dipertanyakan, demokrasi juga termasuk yang diragukan rerevansinya. Amerika yang dianggap `guru` demokrasi oleh Alexis de Tocqueville kini diragukan. Harian AS USA Today (25/4) raru meraporkan, AS kini tak sepatutnya ragi mengklaim dirisebagai negara paling demokratis, mengapa? Terkait dengan invasiAS ke Irak, sejumlah kasus menunjukkan Amerika tidak demokratis lagijustru di negaranya.contoh kasus, sejumlah senator Republiken, termasuk Olympia Snowe (Ohio), untung program ekonomi Bush. Bush merencanakan pertumbuhan ekonomi dengan pengurangan pungutan pajak. Senator Repubriken itu terang-terangan berseberangan dengan Bush. Apa lacur?. Atas sikap itu mereka dicap berperilaku sebagai tak patriotik dan merupakan musuh Bush karena mereka mengutarakan pendapat yang lain dari keinginan Bush dan memberikan pandangan alternatif. `Apakah itu bukan sesuatu yang wajar dalam demokrasi, yang justru kita ingin tanamkan di lrak?` tulis usA Today atas kasus itu. Ada lagi, calon presiden dari partai Demokrat John Kerry (kini senator Massachusetts) dikecam karena dia mengusulkan perubahan rezim di Gedung putih. Kerry dituduh sebagai tidak pas menjabat sebagai pejabat publik hanya karena komentarnya yang menyerang Bush. Masih banyak kasus lagi. AS kini memang mulai diragu kan ke-dem-okratisannya, `kini wajah Amerika lebih banyak menggambarkan sikap double stan darinya,` demikian USA Today. Jauh sebelum invasiAS ke Irak terjadi konsep demokrasi sebenarnya telah digugat oleh carol c Gould guru besardari cambridge University. Dalam bukunya berjudul Rethinking Democracy Freedom and Social cooperation in Politics, Economy, and society, ia mengatakan konsep demokrasi sudah selayaknya di pertanyakan kembali Konteks demokrasi sudah banyak yang bergeser sehingga untuk pemberlakuan di beberapa tempat demokrasi telah dipersempit hanya di wilayah politik.Itulah sebabnya konsep itu selayaknya diberi landasan baru yang lebih diperluas. Yang menarik suka atau tidak suka, konsep demokrasi sendiri sebenarnya bukanlah konsep sekali dan setelah itu `tetap` untuk selamanya. Demokrasi pada esensinya adalah sebuah konsep yang memerlukan perjuangan jangka panjang, perjuangan itu meliputi dua halyaitu membangun dan memperkuat lembaga-lembaga politik (political institutions) yang mendukung demokrasi dan menerapkan tingkah laku politik (potitical behavior) yang mengimplementasikan nilai-nilai dan budaya demokrasi dalam praktik sehari-hari.
650 # 4 $a Filsafat Amerika
990 # # $a 026217
990 # # $a 026220
990 # # $a 035436
Content Unduh katalog