05845 2200205 4500001002100000005001500021035002000036008004100056245008100097100002300178260004600201300002200247020001800269084001400287520528500301082000805586650002405594990001005618990001105628INLIS00000000000373620220121104927 a0010-0621003336220121 g 0 ind 1 aDimensi-Dimensi Pokok Sistem Administrasi Negara Kesatuan Republik Indonesia0 aMustopadidjaja, AR aJakarta :bDuta Pertiwi Faundation,c2005 a62 hlm. ;c21 cm. a979-8619-30-7 a350 MUS d aDimensi - dimensi pokok sistem administrasi negara kesatuan republik indonesiaAdministrasi negara adalah "administrasi " mengenai "negara " dalam keseluruhan arti, unsur, fenomena, dan dinamikanya dalam mengemban peranannya sebagai wahana perjuangan suatu bangsa dalam mewujudkan cita-cita dan tujuan bernegara. Sistem administrasi negara setiap negara bangsa dibangun untuk mewadahi dan melangsungkan perjuangan mencapai tujuan bernegara, didasarkan dan merupakan penjabaran dari konstitusi negara bersangkutan. Demikian juga Indonesia. Sistem Administrasi Negara Kesatuan Republik Indonesia (SANKRI) dibangun atas dasar UUD 1945, dan dimaksudkan untuk mewadahi dn melangsungkan perjuangan mencapai cita-cita dan tujuan Indonesia Merdeka. Pada Pembukaan UUD 1945 terkandung dimensi-dimensi nilai SANKRI terdiri dari dimensi spiritual berupa pengakuan terhadap eksistensi dan rakhmat Allah YME dalam perjuangan merubah nasib bangsa dimensi kultural berupa dasar bernegara, falsafah hidup dan pandangan hidup bangsa, serta diruensiinstitusional berupa cita-cita dan tujuan bernegara, bentuk negara, dan sistem penyelenggaraan pemerintahan negara yang mengandung dan memanifestasikan nilai-nilai kemanusiaan dan peradaban yang luhur dan universal. Penempatan nilai-nilai tersebut dalam konstitusi negara menjadikannya sebagai nilai-nilai kebangsaan dan perjuangan bangsa, dan mengimperasikan kepada para penyelenggara negara, aparatur negara dan warga negara, untuk senantiasa memperhatikan dan mengaktualisasikannya secara konsisten dalam kehidupanbermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Peran dan tanggung jawab seluruh unsur aparatur negara adalah mengaktualisasikan dan mewujudkan dimensi-dimensi nilai SANKRI tersebut dalam penyelenggaraan negara dan pembangunan bangsa membumikannya dalam kehidupan nyata. Tanggung jawab tersebut akan dapat diemban secara arief, efektif, dan produktif apabila SDM aparatur negara danmasyarakat bangsa memiliki komitmen dan kompetensi yang mantap, dibuktikan dengan karya dan kinerja nyata dalam mewujudkan tujuan bangsa bernegara, sesuai posisi, peran, dan tanggung jawab masing-masing dalam bernegara. Dalam hubungan itu, administrasi negara pada umumnya dan SANKRIpada khususnya sebagai fenomena yang multidimensional memerlukan pendekatan sistemik dan inter disipliner untuk memahaminya secara tepat, dan mendorong pelaksanaan fungsinya secara bijak. pendekatan tersebut memungkinkan pengembangan SANKRI sebagai. suatu sistem dan integrating development paradigm yang mewadahi dan memadukan perilaku segenap komponen bangsa yang majemuk ini dalam kebersaman dan perjuangan bersama mencapai tujuan NKRI. Dalam rangka perlu dikenali eksistensi dan dinamika SANKRI dalam fenomena dan dimensinya yang utuh. Disamping (a) berbagai dimensi nilai tersebut di atas, terdapat pula berbagai dimensi pokok lainnya yang berpengaruh terhadap eksistensi, dinamika, proses dan kinerja SANKRI, seperti (b) organisasi pemerintahan negara, (c) manajemen pemerintahan negara (d) sumber daya aparatur negara (e) sistem dan proses kebijakan negara (f) posisi, kondisi dan peran masyarakat bangsa dalam bernegara (g) hukum administrasi negara (h) organisasi dan manajemen kesekretariatan (i) administrasi elektronis (e-Govt) dan () sistem kepemimpinan nasional. Sebagai sistem penyelenggaraan kebijakan pemerintahan dan pembangunan, dan sebagai wahana perjuangan bangsa dalam mewujudkan cita-cita dan tujuan bernegara, SANKRI berperan merupakan media transformasi nilai, di mana kualifikasi, komitmen, kompetensi, dan konsistensi segenap unsur SDM utamanya unsur pimpinan dalam berbagai lembaga pemerintahan negara dan masyarakat bangsa, akan menentukan keberhasilan perjuangan, mewujudkan cita-cita dan tujuan NKRI. Kita pahami bahwa betapapun baiknya suatu sistem administrasi negara, apabila komitmen dan kompetensi SDM tersebut kurang sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan perkembangan, maka proses penyelenggaraan negara dan pembangunan bangsa tidak akan berlangsung dengan baik dan mencapai tujuan secara optimal. Memahami kondisi tersebut merupakan awal dari langkah- langkah panjang yang perlu dilakukan dalam perjuangan bangsa mewujudkan "nilai-nilai kebangsaan dan perjuangan bangsa ". Sehubungan dengan itu buku ini diharapkan dapat menjadi bahan bacaan dan acuan pemikiran bagi mereka yang ingin meningkatkan karya dan kinerja pengabdiannya dalam perjuangan bangsa mewujudkan cita-cita dan tujuan bernegara, sesuai peran dan tanggung jawab masing-masing dalam membangun Indonesia Merdeka. Buku kecil ini berawal dari makalah yang merupakan overview Buku I SANKRI yang disampaikan pada Seminar Nasional mengenai : "Rekonseptualisasi Sistem Administrasi Negara Kesatuan Republik Indonesia Dalam Menghadapi Tantangan Abad XXI " yang diadakan di Jakarta, 7 Agustus 2N dalam rangka HUT LAN ke 45. Penulis tidak berpretensi bahw a overview im telah menggambarkan secara akurat keseluruhan dimensi yang termuat dalam Buku I SANKRI yang setebal hampir 500 halaman itu. Sebab itu, akan lebih baik apabila pembaca yang budiman juga berkenan menyempatkan diri untuk membaca buku tersebut. Dengan harapan adanya feed back bagi penyempurnaan selanjutnya dari pembaca yang budiman, perkenan penulis bersama ini menghaturkan penghargaan dan ucapan terima kasih. yl a350 4aAdministrasi Negara a07776 a028382