02895 2200289 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008004100059020001800100082000800118084001400126100003200140245007700172250001400249300003300263650002700296700002900323504002600352520208700378264003402465336002102499337003002520338002302550502002102573990001102594INLIS00000000002378820260106034240 a0010-0126000012ta260106 g 0 ind  a9789791262613 a327 a327 MOH t0 aMohamad RosyidinePengarang1 aThe Power Of Ideas :bKonstruktivisme dalam Studi Hubungan Internasional aCetakan 1 axviii + 262 halaman ;c21 Cm 4aHubungan Internasional0 aMuamad YahyaePenyunting aBibliografi : 237-255 a"Konstruktivisme bersikukuh bahwa konstruksi sosial adalah proses dimana agen dan institusi mengalami pembentukan ulang secara terus- menerus. Hal ini adalah perubahan. Mengakui dan menggarisbawahi unsur realitas sosial ini bukan berarti konstruktivisme adalah teori tentang perubahan, namun menekankan pada situasi- situasi yang akan membuat hubungan sosial mengalami perubahan. Atau tidak berubah manakala kita menghendakinya." Prof. Nicholas Onuf (Florida International University) Buku ini dimaksudkan sebagai "peta jalan" untuk memahami konstruktivisme, perspektif yang begitu dominan di dalam studi hubungan internasional serta berhasil meruntuhkan alur berpikir perspektif realisme. Peta jalan tersebut bertumpu pada gagasan pokok konstruktivisme perihal the nature being, bahwa segala sesuatu merupakan hasil dari konstruksi sosial yang selalu berubah, oleh sebab itu setiap fenomena harus dilihat sesuai dengan konteks waktu, tempat, dan situasi yang mengelilinginya. Begitu pula halnya dengan hubungan internasional yang pada hakikatnya merupakan konstruksi sosial dimana aktor-aktornya (negara dan non-negara) tidak bergerak sendiri-sendiri, melainkan saling berinteraksi untuk membentuk dunia yang berarti. Di samping mengeksplorasi gagasan filosofis di atas, buku ini juga mencermati konsep-konsep kunci dalam perspektif konstruktivisme, seperti identitas, norma, dan bahasa. Bahkan, buku ini juga dilengkapi dengan kajian pada tataran praksis, yakni tentang teknik-teknik penelitian untuk menggunakan konstruktivisme; kaitan konstruktivisme dengan teori normatif, serta bagaimana konstruktivisme mampu menyediakan rekomendasi kebijakan. Didukung sumber-sumber acuan yang melimpah, penyajian yang tidak bertele-tele, bahasa yang mudah dimengerti, serta contoh-contoh konkret, diharapkan buku ini bisa menjadi literatur utama bagi para penstudi, peminat, dan peneliti di bidang ilmu politik dan ilmu hubungan internasional, khususnya dalam menyusun tugas perkuliahan dan penelitian mandiri guna penyelesaian tugas akhir, seperti skripsi, tesis, dan disertasi. aSleman :bTiara Wacana,c2015 2rdacontentaTeks 2rdamediaaTanpa Perantara 2rdacarrieraLembar aIndeks : 257-262 a072625